Sejarah Brand Vans Dari Waktu ke Waktu

Tepat pada 16 Maret 1966, Vans berdiri dengan menjadi produsen sepatu, pakaian, dan aksesoris untuk olahraga skateboard, snowboard, BMX, dan selancar. Paul Van Doren bersama Gordon C. Lee, James Van Doren mendirikan perusahaan bernama Van Doren Rubber Co., yang sekarang dikenal dengan nama Vans. Lahir pada tahun 1930, Paul tinggal di Boston dan tidak meneruskan sekolahnya pada waktu itu, Paul keluar dari sekolah pada kelas 8 SMP dan akan naik kelas 9 SMP. Kecintaannya pada kuda membuat Ia melanjutkan keseriusannya dalam hobi berkuda pada saat itu. Ia bahkan sudah memulai kejuaraan kuda lokal pada umur 14 tahun dan memiliki panggilan “Dutch The Clutch” karena gayanya yang unik saat berkuda.

Paul Van Doren

Paul Van Doren | Sumber gambar : kumparan.com

Kecintaannya pada kuda ternyata menuai kontra dari sang ibu, Paul dianggap tidak produktif dan hanya membuang-buang uang jika hanya bermain kuda, yang sama sekali tidak menghasilkan pundi rupiah. Ibu dari Paul memaksanya untuk bekerja sebagai seorang buruh pembuat sepatu dan penyapu lantai pabrik. Setelah 20 tahun bekerja di pabrik tersebut, Ia sudah sempat mengalami beberapa kali kenaikan jabatan dan hingga akhirnya Paul menjabat sebagai Vice President di Randy’s. Paul Van Doren memutuskan untuk resign dari perusahaan tersebut dan pindah ke Southern California. Cikal bakal Vans dimulai dari situ, pada tahun ’66 bersama dengan dua saudaranya.

Baca Juga:

Inilah Rekomendasi Sepatu Nike Air Max yang Terbaik Beserta Harganya

Mengulas Lebih dalam Tentang Reebok Indonesia

Cara Merawat Tote Bag Agar Tetap Awet dan Tampak Selalu Baru

Ketiga orang ini memulai perusahaannya dengan membuka sebuah toko dan pabrik dalam satu sistem. Resmi dibuka bulan Maret 1966, Paul baru akan membuat sepatu jika ada pesanan dan hanya memajang contoh-contoh sepatu di depan. Setelah mendapatkan order, Paul segera masuk ke pabrik dan membuat orderan sepatu yang dipesan. Pada hari pertama pembuatan toko dan pabrik ini, toko ini dikunjungi oleh 16 orang. Namun, merek ini semakin populer dan saat Vans membuat sepatu untuk sekolah-sekolah, tim-tim olahraga, dan cheerleader di seluruh California Selatan. Di masa ini juga Vans meluncurkan Vans #44 atau yang dikenal dengan nama Vans Authentic. Penjualan ini melesat sukses karena produk Vans habis terjual.

Vans First Factory by Tony Radford

Toko sekaligus pabrik pertama Vans | by Tony Radford

Semakin berkembang semakin hebat, perusahaan rumahan tersebut berkembang dengan mendesain banyak model-model lain pada sepatu. Vans memang khas dengan sepatu kanvas dengan sol karet pada bagian bawah sepatu. Inovasi itu memang berbuah manis bagi perusahaan mereka. Vans akhirnya menandatangani kontrak dengan pihak Departemen Amerika Serikat dan US Air Force. Ditambah, para pemain skateboard juga menyukai menggunakan sepatu ini saat bermain skate. Menurut mereka, permukaan sol karet memudahkan mereka untuk berolahraga. Sepatu ini semakin dipakai merata di seluruh wilayah California. Pada akhir 1970-an, perusahaan ini mampu membangun 70 toko di California.

Di tahun 1975-an, Vans mulai menggaet skaters ternama pada saat itu, seperti Tony Alva dan Stacy Peralta. Vans mendesain Vans #95 atau dikenal dengan Vans Era yang diberi label “Off The Wall.” Saat ini, Vans benar-benar berada pada puncak popularitasnya, sepatu merek ini sukses menjadi pilihan utama bagi para skaters dan pemain BMX. Dengan semakin hebatnya perusahaan ini, Vans memang sudah terhitung sebagai perusahaan besar, sepatu yang diproduksi pun semakin berkembang pula. Bukan hanya memproduksi sepatu skateboard, tapi juga wakeboarding, cross motorbike, hingga selancar.

Nah, meski penjualannya mencapai angka yang cukup fantastis. Nyatanya Vans kurang berhasil mengatasi permasalahan keuangan internal mereka. Hingga pada akhirnya, di tahun 1983 perusahaan ini terpaksa harus berubah status menjadi “Perusahaan Bangkrut.” Kebangkrutan ini memang tidak berlangsung lama, sekitar lima tahun kemudian tahun 1988, Vans menjual beberapa sahamnya pada perusahaan investment banking. Semenjak penjualan beberapa saham tersebut, Vans kembali mampu menjadi salah satu perusahaan produsen sepatu, pakaian, dan aksesoris lainnya terbesar di dunia.

This entry was posted in Informasi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *